NEWS

DAY 2 GEORGE DSC_0372 (2).jpg
07 Jun 2017

GEORGE BERTAHAN DI PUNCAK, PERTARUNGAN MENUJU GELAR JUARA SEMAKIN KETAT

IN Tournament

JAKARTA, 7 JUNI.  Putaran kedua Indonesian Golf Tour pada hari ini telah menyelesaikan permainan. Sebanyak 46 pegolf berhasil lolos dari batas cut yang ditetapkan pada skor 14 di-atas par. Tujuh pegolf di antaranya merupakan para pemain berstatus amatir.

 

Pertarungan di papan atas makin menghangat. Selisih masing-masing posisi cukup tipis. Karena itu, peluang juara masih terbuka, setidaknya bagi para pegolf yang berada di lima besar. Kondisi angin yang berembus kencang sepanjang hari ini membuat sebagian besar peserta mencetak skor di atas par. Hanya Benita Y. Kasiadi yang mampu mencetak skor di bawah par (71, 1 di bawah par)

 

Di posisi puncak, George Gandranata masih bertahan. Meski tidak bermain sebaik hari pertama, George berupaya keras agar posisinya tidak tergusur. Membuat skor 73 (satu-di atas par), pegolf  berusia 31 tahun sementara mengumpulkan skor total tiga di-bawah par (141), unggul satu pukulan dari Ian Andrew yang kemarin sama-sama berbagi tempat di puncak.

 

“Di awal permainan sih oke. Tapi hari ini memang berangin. Terus hole 1—hole ke-10—saya pikir ini downwind, jadi bisa dua on. Saya geber, tapi bola ternyata masuk bunker kanan. Green di sini kan rada sulit, dan saya pun salah baca. Di hole itu menurut saya memang salah di tee shot. Terlalu emosi, jadinya masuk bunker,” kata George, yang bermain pada jadwal siang.  “Birdie saya hari ini dua, dan dua-duanya dari jarak dua meter. Saya tidak bilang kalau putting saya jelek, tapi (birdie itu) dari jarak yang jauh.”

 

Kondisi berangin pada hari ini memberikan pelajaran pada George. “Semoga besok berangin lagi. Besok strateginya sama, tidak seperti tadi yang sedikit agresif. Dan saya sudah tahu, saya sudah unggul tiga pukulan  masuk ke sembilan hole terakhir. Saya pikir saya mau agresif sedikit, tapi ternyata tidak boleh terlalu agresif,” jelas juara IGT Seri 4 April lalu.

 

Sementara itu, Ian Andrew yang membukukan skor 74 (dua di-atas par) sementara harus puas di posisi kedua. Ian mengakui bahwa pukulannya hari ini tidak sejauh kemarin. Kegagalannya adalah tidak banyak memasukkan birdie. “Hari ini pukulan saya sih sama, masih bisa on juga, tapi tidak sedekat yang kemarin. GIR masih banyak, kalau tidak salah 14 kali. Tapi putter-nya ini,...hari ini saya cuma dapat satu birdie, itu pun di hole terakhir. Mungkin belum mengerti membaca break-nya. Break di sini susah,” kata Ian, yang berupaya meraih gelar pertamanya musim ini.

 

Menghadapi pertarungan besok, berada di grup terakhir berasama George, Ian berpikir untuk bermain sedikit agresif. “Pokoknya saya akan mencari birdie sebanyak-banyaknya. Kalau memungkinkan untuk menyerang, saya akan serang. Kalau tidak, saya akan main aman.”

 

Posisi George dan Ian memang belum aman. Asep Saefulloh yang bermain impresif di putaran kedua hanya terpaut dua pukulan dari George. Meski hanya bermain even par, skor kedua terendah setelah Benita, pegolf asal Bandung ini langsung menyodok ke posisi ketiga dengan skor total 143 (satu di-bawah par). Di belakang Asep, ada Selly dan Benita yang sama-sama mengumpulkan skor total 144 (even par). Pertandingan di putaran ketiga dipastikan akan semakin menarik.

 

Selain perebutan takhta juara yang semakin sengit, pertarungan untuk menjadi amatir terbaik (the Low Amateur) pun tidak kalah memanas. Kevin C. Akbar yang melakukan come back-nya pada IGT kali ini masih memimpin dari enam amatir lainnya. Kevin yang jarang bertanding karena kesibukan kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta ini hanya membuat skor 73 (satu di-atas par), sehingga skor total ya menjadi 147 (empat di-atas par).

 

“Permainan saya hari ini kurang bagus, terutama di hole 4, 5, dan 6—double bogey, bogey, bogey. Beruntung saya bisa mendapat birdie di tiga hole berikutnya,” kata Kevin.

 

Namun, Naraajie Emerald Ramadhan hanya tertinggal dua pukulan dari  Kevin. Juara the Low Amateur tiga kali berturut-turut ini masih berpeluang mengejar ketertinggalannya di hari terakhir besok. Di belakang Naraajie, Almay Rayhan dan Peter Gunawan membuntuti dengan skor 150 (enam di-atas par).