NEWS

DANNY DSC_0111 EDIT LOW.jpg
02 Aug 2017

DANNY BERTENGGER SENDIRI DI PUNCAK

IN Tournament

BOGOR, 1 AGUSTUS. Pada putaran kedua Seri Keenam Indonesian Golf Tour, perolehan angka leaderboard mengalami pergerakan dinamis. Selain ada yang bertahan, beberapa nama yang sempat berada di posisi elite sehari sebelumnya tergusur ke bawah, yaitu Suprapto dan Clement Kurniawan, sebaliknya beberapa nama lain justru menyodok ke posisi atas, seperti Joshua Andrew Wirawan dan Elki Kow.

 

Danny Masrin dan Benyta Y. Kasiadi masih bertahan di posisi atas. Danny yang merupakan satu dari tiga pegolf yang memimpin puncak leaderboard sehari sebelumnya masih memimpin di posisi pertama. Tambahan skor satu-di bawah par (71) hari ini sementara mengukuhkan posisi pegolf yang meraih gelar profesional pertamanya di IGT Palm Hills (Seri IV) tahun lalu, dengan total skor 139 (lima-di bawah par).

 

“Meski saya bisa melakukan green in regulation (jumlah pukulan ke green sesuai aturannya) hari ini 15 (lebih banyak dari kemarin yang 14), posisi bolanya lebih banyak terlalu jauh dari hole, sehingga banyak membuang peluang birdie. Namun, saya akui pukulan besi (iron) saya lebih bagus dari kemarin, sehingga bisa membuat bola lebih dekat ke lubang,” kata Danny. 

 

“Pokoknya besok saya tetap mengikuti game plan saya, melakukan GIR lebih banyak. Jangan membuat kesalahan yang bodoh. Hari ini saya membuat dua putt sehingga menghasilkan bogey. Jika tidak dua putt, saya seharusnya bisa membuat tiga-di bawah par,” tambah Danny.

 

Selain Danny, Benyta pun masih menunjukkan konsistensi dengan tetap membuntuti pemuncak leaderboard. Membuat skor yang sama dengan Danny, 71 (satu-di bawah par), Benyta hanya kalah satu pukulan. “Beberapa green dan pin position hari ini memang agak susah. Kalau penempatan bolanya kurang bagus, sulit meraih skor bagus,” kata Benyta.

 

Menerapkan strategi dengan tidak bermain ngotot, Benyta justru bisa menjaga peluang untuk menjadi juara. “Saya optimistis besok bisa main bagus. Motivasi diri untuk menjadi juara pun akan lebih besar. Ini setidaknya mendorong semangat saya untuk bermain bagus,” jelas pegolf berusia 30 tahun yang terakhir kali menjuarai IGT pada 2015 di Jababeka Golf.

Putaran ketiga Seri VI Indonesian Golf Tour 2017 telah meloloskan 48 pegolf dengan batas cut 10-di atas par. Batas cut ini lebih baik dari tahun kemarin yang ditetapkan pada 14-di atas par. Dari 48 pegolf yang lolos, 11 di antaranya berstatus amatir.

Besok, IGT akan memainkan putaran terakhir untuk menentukan pemenang Seri VI yang akan membawa hadiah uang senilai Rp36 juta (untuk profesional) dari total hadiah Rp200 juta yang disediakan.  

Di kategori amatir, Naraajie Emerald R.P. membuka peluang meraih the lowest amateur (amatir terbaik) untuk keempat kalinya di IGT tahun. Bermain lebih baik dari kemarin, Naraajie yang membuat skor 71 (satu-di bawah par) hari ini mulai meninggalkan para pesaingnya. Permainan buruk calon the lowest amatir lainnya, Almay Rayhan Yaquta, yang membukukan skor 79 (tujuh-di atas par) turut melanggengkan peluang Naraajie yang mengumpulkan skor 145 (satu-di atas par). Sedangkan, pesaing terdekatnya, Kevin C. Akbar, masih terpaut tiga pukulan dari Naraajie. Kevin mencatat skor total 148 (empat-di atas par).