NEWS

GEORGE GANDRANATA.jpg
George Gandranata
23 Feb 2017

Bukukan Skor 7 di Bawah Par, George Perbesar Peluang Juara

IN Tournament

JAKARTA, 23 FEBRUARI. Hujan deras sempat mewarnai akhir putaran kedua “Permata Indonesian Golf Tour”. Satu grup terakhir yang tinggal memainkan satu hole lagi sempat mengalami penundaan selama hampir 40 menit. Namun, Seri II Indonesian Golf Tour (IGT) akhirnya bisa diselesaikan. Putaran penentuan pada hari ini telah menetapkan 452 pegolf yang dapat melanjutkan permainan mereka ke putaran terakhir Jumat besok dengan batas cut adalah delapan di atas par. Dua di antara para pegolf yang lolos cut adalah para pemain amatir.

Puncak leaderboard masih tetap dikuasai George Gandranata. Pegolf berusia 30 tahun ini tampil sangat luar biasa dengan membukukan skor tujuh di bawah par (65), skor terendah yang dibukukan selama dua hari pergelaran Permata IGT ini. Atas hasil hari ini, juara IGT Seri II 2014 ini makin kukuh  dengan skor total 10 di bawah par (134). Ia pun memperbesar peluang untuk menjadi juara untuk kedua kalinya di IGT Modern dengan keunggulan empat pukulan dari Indra Hermawan yang membayanginya di posisi kedua.

"Permainan iron dan putting saya hari ini sangat bagus. Jika putting saya bagus, hasilnya bisa under. Ini seperti yang saya alami ketika main di Malaysia (Asian Development Tour) minggu lulu. Namun, iron saya juga mendukung keberhasilan saya bisa membuat skor hari ini. Awal-awal iron saya ke kiri dan kanan, tetapi kemudian bisa lurus," kata George, yang lagi-lagi membukukan tujuh birdie tanpa bogey satu pun.

Skor 10 di bawah par ini pernah mengantarkan George ke tangga juara IGT pada 2014 lalu. Kini, skor tersebut sudah diukir George usai menyelesaikan putaran kedua. Ia masih berpeluang menambah skor di bawah pada esok hari, dan memecahkan rekor 10 di bawah par yang dibukukan para juara IGT ketika menang di Modern Golf & Country Club. Namun, George tidak mau mendahului kemungkinan bakal menjuarai IGT kali ini.

"Masih ada 18 hole lagi. It's still a long day, still a long way to go. Banyak hal bisa terjadi besok. Saya nggak may memikirkan itu. Yang pasti besok saya tetap menerapkan strategi yang sama," jells George.

Indra yang masih dalam kondisi kurang fit hari ini masih belum mau menyerah. Ia tetap optimistis bisa mengejar ketertinggalan dengan penguasa leaderboard Permata IGT. Membukukan skor yang sama (69) dengan hari sebelumnya, Indra mengumpulkan skor enam di bawah par (138).

"Hari ini saya bermain lebih enak dibanding kemarin. Besok saya tetap berupaya main seperti dua hari ini," kata Indra, yang membukukan empat birdie melawan satu bogey. Setelah mencatat even par di sembilan hole pertama dengan satu birdie dan satu bogey, Indra yang mulai bermain dari hole 10 justru mengoleksi tambahan 3 under di sembilan kedua.

Tiga pegolf di belakang Indra masih berpeluang untuk menggeser Indra di putarak ketiga besok. Mereka adalah Rory Hie (lima di bawah par), Adrian Halimi (empat di bawah par)

Perburuan untuk Gelar Amatir Terbaik Berlanjut ke Putaran Ketiga

Naraajie E. Ramadhan dan Almay Rayhan masih melanjutkan pertarungan sengit untuk meraih gelar pemain amatir terbaik (Low Amateur). Ketika Almay yang baru menyelesaikan permainan pada jadwal pagi dengan skor lima di atas par, Naraajie yang bermain di jadwal siang memiliki peluang untuk meninggalkan Almay.

Sempat meninggalkan Almay dengan keunggulan empat pukulan dengan skor sementara satu di bawh par, Naraajie justru membuang peluang untuk menambah keunggulan. Ia menutup tiga hole terakhir dengan dua bogey dan satu double bogey.

"Saya melakukan kesalahan pukulan saat tee off di tiga hole terakhir. Di dua hole, bola masuk rough dan di hole 18 masuk bunker," jelas Naraajie. Namun, pegolf berusia 16 tahun ini mengakui permainannya lebih bagus hari ini, kecuali kesalahan di 3 hole terakhir. Karena itu, ia tetap yakin bisa memenangi gelar terhormat untuk amatir ini. Keyakinan ini didukung dengan keberhasilannya meraih low amateur di IGT Modern pada 2015. "Waktu saya menang dengan skor 2 di atas par," kata Naraajie.